Biasanya, penyebab radiator tersumbat adalah endapan kotoran yang terdapat pada saluran cairan radiator. Endapan kotoran ini dapat menghambat aliran cairan radiator dalam memindahkan panas dari waterjacket di sekeliling mesin ke radiator.
Karena aliran cairan terhambat, proses mendinginkan jadi lambat dan temperatur mesin pun jadi naik. Sebenarnya, hal ini tidak akan terjadi bila radiator dikuras secara berkala setiap 20.000 km atau minimal 1 tahun sekali. Kotoran radiator dapat dikeluarkan dengan cara dikuras, tetapi jika sudah mengendap maka diperlukan radiator flush. Radiator flush sendiri digunakan agar sisa-sisa cairan yang menempel tersebut rontok sehingga tidak menimbulkan endapan.
Radiator flush sebaiknya digunakan bersamaan saat menguras cairan radiator secara berkala. Pertama, cairan radiator lama dibuang lewat lubang pembuangan pada bagian bawah radiator. Begitu pula yang ada di tabung cadangan. Setelah menutup saluran pembuangan, lalu radiator flush yang dicampur air dimasukkan ke radiator untuk menguras cairan radiator yang tersisa. Kemudian nyalakan mesin sekitar 10-15 menit agar cairan dapat bersirkulasi beberapa kali dan radiator flush ikut bekerja. Setelah itu seluruh cairan dibuang, barulah cairan radiator yang baru dimasukkan. Biasakan memeriksa kondisi cairan radiator sebelum berkendara. Kebocoran ditandai dengan adanya volume radiator yang berkurang.